Selasa, 03 April 2012

Sepenggal Kisah-menanggalkan putih ABU-ABU



Kini saya telah bebas dari seragam putih abu-abu ku, dan bersiap menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan pakaian bebas sesuka hati ku, dalam pikirku. Tapi, di masa ini pula saya harus berpikir untuk lebih dewasa, memilih sesuatu untuk masa depan ku. Ya, jurusan kuliah yang ku tentukan hari ini menentukan masa depan ku.

Memilih jurusan adalah hal yang sangat rumit bagiku namun akhirnya kuputuskan juga untuk mengambil kedokteran, jurusan yang bagi kebanyakan orang adalah jurusan bergengsi,elit dan isinya adalah orang-orang jenius. Sesungguhnya aku tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, karena sejak kecil saya telah memikirkan, saat kuliah nanti saya duduk di depan papan putih yang besar lengkap dengan penggaris, pensil di tangan atau di telinga dan menghitung rumus matematika, atau berada d studio gambar sambil menggambar rumah dan bangunan dengan teknik proyeksi. Namun kini semua lenyap, sekarang saya harus memikirkan bagaiman cara untuk bisa menghafal dengan baik semua buku-buku yang super duper tebal! Tapi apalah daya semua adalah KEPUTUSAN KU.
Dalam hatiku, saya sempat minder karena sesungguhnya saya bukan orang yang cerdas, jenius, pintar untuk berada di bangku kedokteran, bahkan selama SMA, waktu ku saya habiskan untuk remidi. Kalau dari segi ekonomi pun, keluarga ku bukan orang yang kaya raya. Tapi, KESEMPATAN ini saya dapatkan atas restu doa kedua orang tua yang HANYA menginginkan saya kuliah di kedokteran sebagai AKIBAT dari cita-cita ayahku yang tidak kesampaian, dengan begitu dia menabung untuk membiayai biaya awal masuk kuliah ku dan mungkin ini sudah rancangan Tuhan yang TERBAIK untuk saya.
Setiap malam saya selalu bertanya, kenapa harus saya yang masuk di kedokteran? Padahal saya punya kakak yang lebih bahkan jauh lebih pintar dari saya. Lagi-lagi kenapa harus saya? Tiada yang bisa menjawab, benar-benar harus bisa menerima dengan ‘LEGOWO’!
Ya, ku mulai cerita ku dari awal memulai kuliah. Mengikuti MKDU sebagai mata kuliah dasar yang harus dilalui selama beberapa bulan, sesungguhnya tiada kesulitan di dalamnya dan saya sangat menikmati semuanya.END
Masuk blok 1, pelajaran utama dan dasar adalah osteologi. Saya tetap mengikutinya dengan semangat membara, walaupun tahu saya tidak akan bisa menghafal semua tulang yang ada di dalam tubuh ku sendiri. Sempat drop, menangis, dan lagi-lagi menyesal dengan pilihan jurusan ku sendiri. Tapi, bagaimana caranya saya harus terlihat tegar bahkan menyukai pilihan ku dihadapan kedua orang tua ku. Hanya berharap blok 1 segera berakhir! Hasilnya terserah Yang Maha Kuasa..hela nafas panjaaaaang..
Blok 2,3,4…blok penuh laporan-biokimia, fisiologi. Anatomi yang harus berhadapan dengan “guru besar”. Menyadari bahwa saya telah melangkah terlalu jauh di jurusan ini, maka jiwai dan tetapkan langkah ku untuk mengemban profesi dokter di pundak ku. Suka atau tidak suka harus suka.! Bisa atau tidak bisa harus bisa! Hanya berusaha, berusaha dan berdoa. Kadang ada rasa jenuh ketika harus berada di lab anatomi, lelah ketika harus tidak tidur mengerjakan laporan semalam suntuk, berada di ruang lecture yang hamper membuat saya hemoroid, ataupun kelaparan karena lamanya waktu praktikum. Dan akhirnya semua berakhir dengan ujian yang kadang membuat saya drop untuk sekian waktu karena tidak bisa menjawab soal dengan baik.
Ketika harus menangis seorang diri, dan tidak seorang pun yang tahu beban mu juga kaupun tidak bisa menceritakan nya dengan orang lain karena sifat mu yang tertutup. Saat itulah Tuhan yang benar-benar jadi pendengar setia mu---itulah saya! Berada di jurusan ini=keluar dari zona nyaman dan ibarat berperang seorang diri melawan ribuan musuh setiap hari!..kau berusaha untuk menang, tapi tak selamanya berhasil!Dan bahkan mungkin sampai saat ini belum pernah berhasil.
Blok 5,6..blok menyenangkan,tidak banyak tugas, bisa tidur sepuas-puasnya!
Blok 7,8 dengan praktikum-praktikum ilmu baru, peraturan baru yang benar-benar memusingkan. Sempat menangis karena merasa tidak mampu..dan semua nya telah saya lewati.
Dapat nilai jelek, dapat tugas tambahan itu hal yang biasa(tapi jangan dibiasakan,haha) bukan berarti bodoh! Bukankah kegagalan adalah motivasi terbaik untuk terus maju? Semangat dan beriman juga berusaha!
Sobat kehidupan, pilihan mu hari ini menentukan masa depan mu. Pilihlah semua nya dengan pikiran matang! Kalaupun semua nya telah terlanjur terjadi-nasi sudah menjadi bubur dan bubur tidak bisa di ubah jadi nasi, tapi bagaimana caranya supaya kita membuat bubur itu menjadi enak!
Berlarilah sampai ke garis finish dan selesaikan lah lomba! Jangan menyerah, jangan berhenti di pertengahan jalan, karena kau tidak bisa kembali ke START tapi kau bisa keluar dari arena pertandingan—itu bukanlah pilihan yang terbaik. 
Ini rencana TUHAN yang harus kau kerjakan, kerjakan dengan segenap hatimu! Kita bisa!

*Tulisan ini saya dedikasikan buat sobat kehidupan yang MERASA salah pilih alamat masa depan..(pastinya tak seluruh bagian anda benci, pasti ada sedikit bagian yang ada sukai, kembangkanlah dari sedikit yang anda sukai itu hingga akhirnya menjadi cinta..=) )

1 komentar: