Kamis, 25 Oktober 2012

TBM CAMP

5 Oktober 2012-7 Oktober 2012

yeaahhh..mendaki time yang sudah lama saya nanti kan..
kami pun (anggota TBM AXIS) memulai keberangkatan di sore hari menuju danau tambing dengan menggunakan mobil brimob, saya pun duduk di depan bersama pak polisi..
Ya ampun, pak polisi nya cerewet sekali, sampe saya stres (maklum, Gladhar tak terlalu suka cerita tejo+jayus.hahah).. saya hanya iya iya saja daripada di usir,wkwkwkw,,,pak polisi nya baik karna membelikan saya teh kotak.=="..
d tengah perjalanan, kami menjemput michel, dan saya langsung menginstruksikan michel untuk menemani saya di depan (licik!)..
Eh,,ternyata pak pol nya juga jemput temannya, jadi lah kami di depan terdiri dari 4 makhluk (pak pol-supir, saya, michel, pak pol-supir cadangan)..bisa dibayangkan betapa sangat sempit, hingga m.gluteus maximus saya hanya duduk 1/4 selama berjam-jam,kasiaaann..
Untung ada michel, jadi saya tidak mati kutu ba cerita..

Pak pol-supir cadangan bercerita panjang lebar tentang pengalamannya berobat ke dokter,,ini cerita nya semoga bisa jadi pelajaran buat MedStud yang baca...katanya..(anggap saja pak pol yang bicara yeee)

cerita 1 :
"waktu itu saya punya kakak, masuk rumah sakit karena sakit-sakit dia rasa, dia pernah menderita sakit jantung. Trus, sampe berapa minggu dia dirawat di RS, tidak ada juga sembuh-sembuh dan obat yang dikasih juga banyak, sampe dia takut sendiri liat itu obat. Trus, kakak ku suruh saya (read: pak pol) untuk tanya ke suster, obatapa kah itu, kenapa banyak sekali, baru tidak bikin sembuh.
Akhirnya saya pergi tanya suster,.
Pak pol : "sus, obat ini untuk apa?"
.. suster jawab, d makan saja dulu pak, kita juga tidak tahu." 
Pak pol : Trus, kakak ku sakit apa sebenarnya ini?
.. suster jawab, belum bisa dipastikan pak..

Karna saya jengkel, akhirnya kakak ku keluar dari RS dan kondisi nya tambah baik...

(Pelajaran : jadi dokter itu, harus terbuka dengan pasien, bisa kasih tahu penyakit yang diderita pasien, kalaupun belum tahu diagnosis, harus disampaikan dengan baik-baik, supaya pasien nya juga tidak penasaran. Trus, kalo kasih obat,,sebaiknya infokan ke pasien,, obat apa saja, fungsi nya apa, dan efek samping nya apa, biar tidak dianggap malpraktik...berat tapi pasti bisa..!)

Cerita 2 :
"waktu itu saya pernah berobat ke dokter sampe lama sekali tidak ada juga sembuh-sembuh. Pas saya pergi ke dokter lain, eh langsung sembuh saya minum obatnya.. bodoh berarti itu dokter pertama saya pergi.."

(Singkat, tapi menohok! Begitulah pandangan orang awam, mereka hanya tahu supaya bisa cepat sembuh, sedangkan dari pandangan medis, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Kenapa tidak sembuh-sembuh?
1. Perjalanan penyakit nya yang memang demikian..
2. Pada saat dokter pertama memberikan resep obat, dia akan memberikan obat yang ringan, bukan karena dia bodoh tapi mencegah resistensi dan ternyata tidak memberikan hasil yang baik untuk menyembuhkan. Si pasien pindah dokter, dan diberi obat yang lebih berat, jelas saja langsung sembuh..
Yang diperlukan disini adalah penjelasan/sharing ke pasien mengenai obat tersebut, supaya ketika pasien tidak sembuh tidak langsung menjudge si dokter tapi pemberian obat memang ada tahap nya..
3. Pasien yang berobat nya pindah-pindah kadang bikin masalah karena penyakit nya tidak dapat dikontrol, dapat terjadi karna hilangnya kepercayaan pada dokter pertama. Makanya dokter perlu sharing ke pasien! Interpersonal communication dibutuhkan..)

fiuuuhhh,,setelah cerita panjang tersebut, akhirnya tiba juga di danau tambing..
Kami menginap selama 1 malam dan melanjutkan perjalanan ke puncak dingin keesokan harinya...
Perjalanan dari danau tambing-puncak dingin memakan waktu berjam-jam...
Kami panitia TBM CAMP di bagi ke dalam pos-pos, saya mendapatkan POS SOLIDARITAS bersama abang rizal, k'lucky dan michel...pos itu ada dipertengahan jalan sebelum mencapai puncak dingin..
sambil menunggu kedatangan c.AXIS 03 kami melakukan aktivitas pegunungan= memasak!
Untung ada michel, urusan makan jadi mudah,haahahah..
pengalaman masak nasi---karena tidak ada rice cooker, saya pun mencoba mempraktikan ilmu masak nasi ala siram air,, tuang aduk tuang aduk,,sampe dua jam begitu terus dan hasilnya nasinya tidak masak.==", di luar nya lembek eh dalam nya masih keras, tapi mau diapa, apapun itu dimakan juga demi cacing2 yang sudah berteriak.,.hahah,,enaaakk..nyummiii..

kelompok-kelompok c.AXIS 03 pun mulai berdatangan dan memulai yel-yel gila mereka..hahahah..keren2!
setelah selesai menunggu c.AXIS 03, kami pun naik menuju puncak dingin,,haaa rasanya begitu melelahkan, spasme otot-otot kaki + beban punggung yang begitu berat + cuaca dingin + lelah jadi satu,,tapi tetap semangat demi puncak dingin!
Setelah berjalan berjam-jam, finally tiba juga dipuncak dingin, pas itu lagi hujan dan brr,,dingin..kami memasak lagi...bersama Rika dari keolompok lain, karena teman kelompok nya tidak sudah kemana,,kasiaann nya,hahah...kami memasak mie kuah+bakso ikan+wortel+kentang (kayak mau piknik)..ckckck..Rika menggoreng nugget! habalaaa makanan orang gunung..sikat.. makanan itu habis dalam sekejap di serbu oleh para pria yang tidak tau dari kelompok mana semua,,ckckkc..=="..apakah kaum wanita hanya diciptakan untuk memasak?hahah..
Habis itu tidur nohhh..hahah..
esok pagi nya,,saya, michel, k'widi jalan-jalan ke air terjun, ambil air buat memasak, sambil jalan-jalan sedikit laaahh..
di gunung juga saya melihat dan mengambil BUNGA EDELWEIS lohh,,trus ada bunga yang makan serangga (apa namanya itu aa..==")..indah sekali,,d tambah pemandangan ke bawah dari atas gunung..benar-benar dapat memahami HEBATNYA KARYA TUHAN..wooow..

Akhirnya, acara pengukuhan pun tiba, setelah melewati perjalanan panjang, C.AXIS 03 pun dikukuhkan untuk menjadi anggota TBM AXIS,,,selamat!

waktunya TURUN GUNUNG,,tetap menjadi hal yang melelahkan.hahhaha..tapi jika dilalui bersama-sama tetap terasa nikmat dibarengi makan coklat sisa mendaki.hahah..
setibanya di danau tambing, mobil brimob telah menunggu. Saya dan michel sudah kapok untuk duduk di depan, jadi kami memilih di belakang..lalalalala,,pulang pulang back to Palu dengan hati puas sudah pernah menginjak gunung untuk pertama kalinya...

demikian lah sedikit cerita..

mendaki gunung tetap menjadi hal yang mengasyikkan,,di situlah saya semakin mecelikkan mata melihat karya Tuhan yang sempurna...
*dari mendaki gunung saya belajar, untuk mencapai puncak gunung itu ibarat menuju kesuksesan, tak ada yang mudah, untuk menggapai nya perlu usaha..saaahh..
*dari mendaki, saya mengenal karakter orang lain, mana teman yang tetap peduli dengan kita saat mereka lelah dan mana yang mementingkan diri sendiri..luar bianasssaaa.hahah
 
"Besar dan ajaib lah perbuatan-Mu, ya Tuhan. Dan tidak ada yang dapat menandingi nya..Halelluyaaaa.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar